FIP UNY Hadirkan Program Pendampingan Nyata BUMDes dan KDMP di Empat Kabupaten DIY

Yogyakarta, 29 Agustus 2025 – Departemen Pendidikan Non Formal (PNF) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Workshop Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelembagaan Desa Membangun Perekonomian (KDMP) sebagai bagian dari program pendampingan nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi desa.

Workshop ini digelar di Abdullah Sigit Hall, FIP UNY pada Jumat (29/8/2025) dan akan berlanjut dengan kegiatan pendampingan intensif selama tiga bulan ke depan di empat kabupaten wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah

Dalam sambutannya, Dekan FIP UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kapasitas desa.

“Kami ingin FIP UNY bukan hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga pusat penggerak perubahan masyarakat. Pendampingan ini adalah jembatan antara dunia akademis dan kebutuhan nyata desa-desa di Yogyakarta,” ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting yang menjadi mitra strategis dalam penguatan kelembagaan desa, antara lain:

  1. Agung Yulianta, SE., M.Si – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi DIY
  2. Muhammad Yusuf – Direktur Kerjasama Pendanaan dan Pembiayaan, Pusat Investasi Pemerintah (PIP)
  3. Ir. Setyo Hastuti, MP – Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi DIY
  4. Murti Maharini, S.Sos., M.Ec.Dev – Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Madya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil DIY

Harapan Bagi Perekonomian Desa

Melalui workshop ini, peserta akan mendapatkan materi praktis tentang strategi pengembangan usaha desa, akses pembiayaan, serta penguatan kelembagaan agar BUMDes dan KDMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Program ini dirancang agar tidak berhenti pada kegiatan seminar semata, melainkan dilanjutkan dengan pendampingan langsung di lapangan oleh dosen dan mahasiswa PNF FIP UNY. Empat kabupaten di DIY menjadi sasaran utama agar penguatan ekonomi desa dapat merata dan berkelanjutan.

Sinergi untuk Masa Depan Desa

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi titik awal sinergi yang lebih erat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Dengan pendampingan akademis yang terstruktur, desa-desa di Yogyakarta diharapkan semakin mandiri, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan.

“Desa adalah tulang punggung perekonomian bangsa. Melalui sinergi ini, kita berharap lahir inovasi-inovasi nyata yang bukan hanya menguatkan desa, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujar salah satu pejabat daerah yang hadir.

Workshop ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat.